Batu Besar Ciptaan Tuhan!

October 22nd, 2008

Waktu hari minggu lalu di kebaktian pemuda Ko Jef *sok Kenal gitu gw!* nanya, “Apakah disini ada yang percaya kalau Tuhan itu Maha Kuasa?” terus, dengan pedenya gw tunjuk tangan, tanpa sadar bahwa posisi gw sangat tidak terlindung dari mimbar! ahahaha… akhirnya Ko Jef bertanya lagi, “Tapi kalo ke kamar mandi gereja malem-malem berani gak?” kali ini dengan mata tertuju ke arah gw. wahaha… rasanya gak enak! bukan karena ditanya tentang ke kamar mandi, bukan karena keberanian gw diragukan, tapi lebih karena gw deg-degan banget kalo disuruh ngomong di depan atau di tengah banyak orang. akhhirnya, gw jawab, “berani..” *dengan posisi duduk makin merosot ke bawah* kemudian pertanyaan selanjutnya dilontarkan, “kalau yang percaya Tuhan Maha Pencipta, siapa?” dengan tidak belajar dari pengalaman, gw angkat tangan lagi! kemudian muncullah pertanyaan filsafat klasik, yang sudah sering gw dengar, tapi baru gw pikirkan… “Jika Tuhan Maha Pencipta, mampukah Tuhan menciptakan sebuah batu yang lebih besar dariNya?” gw diem… mikir… sebenernya gw juga gak yakin pertanyaan ini perlu dijawab, tapi karena sejak semester 1 di S1 gw sudah ditantang dengan pertanyaan ini, maka gw pun berpikir… bisakah? atau gak bisa? kalau gw jawab bisa, berarti nanti batu jadi lebih besar dari Tuhan, kalau gw jawab gak bisa berarti Tuhan bukan Maha Pencipta?

Akhirnya, setelah gw pikir-pikir dengan kemapuan gw yang terbatas, jawabannya, GAK BISA!

tapi bukan karena Allah tidak Maha Pencipta.

coba deh..

Preposisi I: Sifat ciptaan, Terbatas

Preposisi II: Batu adalah ciptaan

Kesimpulan I: Sifat Batu terbatas

Preposisi III: Sifat Allah tidak terbatas

Preposisi IV: Sifat Batu terbatas

Preposisi V: yang terbatas tidak mungkin melebihi yang tidak terbatas

Kesimpulan: Batu tidak mungkin diciptakan lebih besar dari Tuhan, karena batu terbatas.

bukan karena Tuhan tidak mampu.. tapi karena sifat ciptaan tidak mungkin lebih besar dari penciptanya..

Mudah-mudahan gw gak sesat pikir, mudah-mudahan kalaupun gw sesat pikir, akan ada yang menolong gw… hahaha…

You are my Soulmate

September 25th, 2008

aah… akhirnya… sempet juga gw nulis lagi. setelah masuk profesi, nampaknya sulit sekali untuk nulis blog lagi.. inipun sebenernya mencuri waktu di tengah diskusi KAUP yang seru. hahaha..

nah, baru-baru ini gw lagi terganggu dengan satu kata. bukan konstruk dari KAUP gw, tapi tentang kata “belahan jiwa”, “soulmate, atau apalah istilah-istilah lainnya. gw mikir… karena gw gak pernah pake istilah belahan jiwa untuk merujuk ke satu orang, gw jadi gak ngerti… apa arti sebenarnya dari belahan jiwa.

Awalnya dimulai dari saat gw gak ngerti apa arti sahabat. apa batasan sahabat. salah seorang temen gw bilang kalo sahabat itu soulmate-nya dia. waduh. istilahnya kok makin abstrak? hehe.. akhirnya kepikiran lah soulmate itu apa…

Kalau merujuk dari artinya: soulmate atau belahan jiwa adalah ketika seseorang merasa jika orang yang disebut belahan jiwanya pergi maka ia akan merasa separuh nyawanya pergi. terus, gw mikir… apa enak segitu tergantungnya sama orang lain? apa lagi orang yang “bukan siapa-siapa” (maksudnya bukan orang tua, bukan sodara kandung). kalau arti sahabat adalah orang yang mampu memberikan nyawanya untuk sahabatnya, terus belahan jiwa berarti lebih tinggi dari itu?  haha.. kayaknya susah tu…

beberapa teman yang gw tanya tentang apa itu belahan jiwa bilang kalo belahan jiwa itu “orang yang cocok aja dengan lu” terus kenapa gak bilang aja temen yang cocok? atau apalah itu… kenapa harus disebut belahan jiwa yang makna sesungguhnya belum tentu itu?

akhirnya gw berpikir sebenarnya belahan jiwa itu tidak nyata. belahan jiwa hanyalah istilah yang diciptakan untuk dijual dalam kemasan film-film romantis. yang nyata adalah orangnya, individunya yang mau mengerti, mau berkorban, dan mau menghargai.

sehingga menurut gw belahan jiwa itu bukan merupakan sifat terberi, tapi lebih merupakan keinginan untuk memiliki sifat itu.

Bukan Lagu Cinta

June 17th, 2008

Jika Ada Cara Baru Tuk Mengungkap Rasa Rindu
Aku Ingin Tahu…Aku Ingin Tahu
Jika Ada Cara Yang Belum Di Cipta Untuk Cinta
Aku Ingin Bisa…Aku Ingin Bisa

Saat Semua Kata Kehilangan Makna
Saat Segala Upaya Terasa Hampa
Sekaranglah Itu Beginilah Aku
Berdiam Tanpa Daya Hanya Karena Kehadiranmu
Sementara Jiwamu Ingin Berseru
Setengah Mati Ingin Ku Bilang

Jika Ada Nada Baru Tuk Nyanyikan Aku Cinta
Aku Kan Bernyanyi…Aku Kan Bernyanyi
Jika Ada Kata Yang Belum Di Cipta Oleh Pujangga
Aku Kan Bersuara…Aku Kan Bersuara

Saat Semua Resah Meluluh Sayapnya
Saat Yang Kumiliki Hanya Nafas Ini
Sekarang Lah Itu Beginilah Aku
Hanya Detak Jantungku Yang Mampu Jujur Kepadamu
Sementara Lidahku Beku Dan Keluh
Setengah Mati Ku Ingin Menghilang

Ooo…Ooo…

Jika Mampu Ku Bawa Engkau Menembus Ruang Dan Waktu
Ku Ingin Pergi…Percuma Disini
Jika Mampu Ku Menyatu Dalam Darahmu
Agar Engkau Tahu…Agar Engkau Tahu

Saat Semua Kata Kehilangan Makna
Saat Segala Upaya Terasa Hampa
Sekaranglah Itu Beginilah Aku
Berdiam Tanpa Daya Hanya Karena Kehadiranmu
Sementara Lidahku Beku Dan Kelu
Setengah Mati Ingin Menghilang

Apa Yang Kurasakan
Apa Yang Kau Dengarkan
Bukan Lagu Cinta
Buka Lagu Cinta

Apa Yang Kurasakan
Apa Yang Kau Dengarkan
Bukan Lagu Cinta
Buka Lagu Cinta

Semua Lagu Cinta

Bukan Lagu Cinta

Wy Weakness Show Your Kindness

May 24th, 2008

"Atied, lu kuat ya!", "Gila, Tid kalo gw jadi lu, gw gak tau deh gw bakal kayak gimana.", "Lu punya kesehatan mental yang baik, ya Tid!". Semua bilang begitu. Semua bilang gw kuat.

Tapi nggak juga kok. gw juga nangis. gw nangis cukup sering. nyaris setiap hari. menurut gw, sedikit menangis itu baik. kadang gw nangis di kamar, kadang gw nangis di kamar mandi (ini lebih efektif, soalnya abis mandi bekas nangisnya langsung ilang!), kadang gw nangis di dalam hati (yang ini paling efektif, soalnya gak ada yang tau). Jadi gw agak bingung waktu orang bilang gw kuat

Kemudian, gw melihat kebelakang. sepanjang hal ini terjadi. gw sendiri amazed dengan kondisi gw, mengingat semua hal yang terjadi sampai gw sadar: ini bukan gw! gw gak akan bertahan sebaik ini! ini kerjanya Tuhan. siapa lagi?

Disaat gw kesakitan, Dia pasti menyembuhkan

Disaat gw merasa sendiri, Dia tunjukin kasih dari orang-orang di sekitar gw dan membuat gw membagi kasih yang gw dapet.

Disaat gw sulit bersyukur, Dia paparkan dengan jelas hidup gw sehingga mau tidak mau gw akan bersyukur.

semakin melihat hal ini, gw semakin sadar. ini sama sekali bukan gw, ini kerjaan Tuhan gw.

Sekarang, jika ada yang bilang gw kuat, gw bilang : gw gak kuat, tapi Tuhan gw baik! Tuhan gw kuat, dan itu sangat cukup.

Dan Ini Pun Akan Berlalu

March 14th, 2008

Pada suatu masa, di suatu tempat, di sebuah kerajaan kecil yang kaya raya, tersebutlah seorang raja. Sang Raja nampak sangat gembira. Ada apa sebenarnya? Mengapa ia terlihat sangat gembira? Oh, ternyata minggu depan ia akan merayakan ulang tahun ke-50. “Tentu saja Aku sangat gembira, bukankah 50 adalah angka yang spesial? Lagi pula aku sudah menyiapkan sayembara untuk rakyatku”. ” Aku merasa sudah harus mencari seorang penerus untuk kerajaan ini, usiaku sudah semakin lanjut dan akupun tidak memiliki keturunan, oleh karena itu pemenang sayembara tersebut akan kujadikan penerus tahtaku”. Katanya dengan wajah ceria. Wah, hadiahnya luar biasa juga, pasti permintaan raja dalam sayembara tersebut sulit untuk dipenuhi. “Ah, tidak juga, hehehe…” Kata Sang Raja, “Aku akan mengangkat seseorang menjadi ahli warisku jika dia memberikan hadiah yang paling istimewa untuk ulang tahunku”. Tentu saja rakyat akhirnya menyambut dengan antusias sayembara tersebut. Mengingat waktu persiapannya tidak lama, hanya satu minggu, maka seluruh rakyat bekerja keras untuk membuat hadiah yang paling istimewa untuk sang raja. Tanpa terasa, satu minggu sudah berlalu, dan malam ini adalah malam puncak perayaan ulang tahun Sang Raja. Seluruh rakyat berkumpul di halaman istana dengan membawa hadiah-hadiah buatan mereka, siap untuk dinilai oleh raja. Pak Koki membuat roti berbentuk sang raja sebesar ukuran aslinya! Pak Pandai Besi membawa pedang yang indah dan kuat untuk sang raja, Bu Pelukis tak mau kalah, ia membawa lukisan yang sangat besar bergambar raja, dan masih banyak lagi. Sang Raja sangat senang dengan semua hadiah tersebut, namun saat mengumumkan pemenang ia menunjuk kepada seorang tukang kayu muda. Sekilas ia terlihat seperti tidak membawa hadiah apa-apa, namun ternyata ia membuat sebuah cincin indah dari kayu, yang diberikannya untuk Sang Raja. Semua orang bergumam heran, mengapa sebuah cincin dari kayu dapat mengalahkan hadiah-hadiah spektakuler lainnya? Melihat keheranan itu Sang Raja tersenyum dan berkata, “Aku tahu, Kalian pasti sangat heran melihat Aku memilih cincin ini”, “Di bagian dalam cincin ini ada sebuah tulisan yang terukir “…dan ini pun akan berlalu…” , itulah alasan mengapa aku memilihnya”, “Saat aku sedang sangat senang sehingga lupa diri, cincin ini akan mengingatkanku dengan berkata “…dan ini pun akan berlalu…” , saat aku terpuruk dalam kesedihan sehingga nyaris putus asa, cincin ini akan menghiburku sambil berkata “…dan ini pun akan berlalu…” Saat aku terbuai dengan kekayaan dan kemasyuranku cincin ini akan membawaku kembali sadar dengan berkata “…dan ini pun akan berlalu…” dan aku percaya, orang yang cukup bijak untuk membuat cincin ini, maka ia akan cukup bijak untuk memimpin kerajaan ini.” Maka tukang kayu muda pun tinggal di dalam istana bersama-sama dengan sang raja, dan memimpin kerajaan tersebut dengan bijaksana dan adil.

PS: u/ irna: makasih, Na! hehehe… bagus gak kalo begini?

     u/ Beth: Be strong gurl! Ingat, “…dan ini pun akan berlalu…”

The Love Scale

March 12th, 2008

Ternyata gw masih sedikit terobsesi tentang cinta! Gw pernah bertanya “gimana cara ngukurnya?” , “Dimensinya apa aja?” Akhirnya sedikit pertanyaan gw dijawab sama Plutchik dan kawan-kawannya. Mereka ternyata pernah membuat Love Scale, meskipun masih banyak pertanyaan gw yang belum terjawab, tapi alat ukur ini lumayan membantu kok… sekedar untuk orang yang tertarik, apa lagi untuk mereka yang lagi bingung apa sebenernya yang mereka rasain… meskipun alat ini membantu, tapi gw gak bisa bilang 100 % akurat, karena buku yang gw baca tidak menyertakan norma dari alat ukur ini, ditambah lagi ada beberapa pernyataan yang gw sendiri gak setuju. Tapi sekali lagi, untuk langkah awal pencarian gw, ini lumayan membantu.

Berikut, terjemahan (a la gw, dan belum ada pilot untuk terjemahan gw ini, sehingga validitasnya masih dipertanyakan! Hehehe…) Love Scale-nya Plutchik dan kawan-kawan, semoga membantu!

The Love Scale

Baca setiap pernyataan dan putuskan seberapa dekat pernyataan tersebut menggambarkan perasaanmu terhadap teman, pasangan, gebetan, mantan, atau HTS-anmu.

Berikan skor dari “0” (Jika pernyataan tersebut sama sekali tidak menggambarkan perasaanmu) sampai “10” (Jika sangat menggambarakan perasaanmu sebenar-benarnya) pada setiap pernyataan dan, tetep gak ada jawaban benar atau salah, isilah dengan skor yang paling sesuai untuk kamu.

Respect:

Skor                Pernyataan

(           )           Kamu mempertimbangkan setiap saran darinya dengan serius

(           )           Kamu merasa istimewa bisa mengenal dia

(           )           Kamu berpendapat, dia bisa mengatasi masalahnya dengan baik

(           )           Dia memiliki kompetensi/kemampuan yang tidak biasa (in a good way)

(           )           Dia memiliki penilaian yang lebih baik dari kebanyakan orang

(           )           Dia lebih cerdas dari kebanyakan orang

(           )           Dia lebih sopan dari kebanyakan orang

(           )           Kamu menghargai dia

Attachment:

Skor                Pernyataan

(           )           Penting buat kamu untuk bisa menarik perhatiannya

(           )           Mendapat pujian darinya merupakan hal penting untuk kamu

(           )           Kamu merasa lebih aman jika kamu bersama-sama dengan dia

(           )           Kamu merasa senang jika dia peka dengan mood/feeling kamu

(           )           Kamu akan cemburu jika dia terlibat hubungan khusus dengan orang lain

(           )           Kamu sangat membutuhkan kehadirannya

(           )           Kamu akan menderita jika kehilangan dia

Attraction:

Skor                Pernyataan

(           )           Menurut kamu dia lebih “good looking” dibandingkan kebanyakan orang

(           )           Kamu senang memamerkan dia

(           )           Kamu ingin mengekspresikan rasa sayang kamu ke dia secara spontan

(           )           Dia menarik secara seksual untuk kamu

(           )           Kamu menyukai sentuhannya

(           )           Kamu suka menyentuhnya

(           )           Kamu ingin memeluk/merangkul dia

Congeniality:

Skor                Pernyataan

(           )           Kamu dan dia cocok sebagai pasangan

(           )           Kamu menikmati berbagi pengalaman dengan dia

(           )           Dia tidak mengatakan/melakukan sesuatu yang mempermalukanmu

(           )           Dia dapat menerima kamu apa adanya

(           )           Ada kalanya kamu tahu keinginan masing-masing walau tanpa kata-kata

(           )           Kamu percaya dia akan ada di sisi kamu untuk melewati masa-masa sulit

(           )           Kamu merasa dia dapat mengerti kamu

(           )           Kamu dan dia dapat meyelesaikan dengan baik saat terjadi beda pendapat

Altruism:

Skor                Pernyataan

(           )           Kamu suka memberikan hadiah kepada dia

(           )           Kamu akan lakukan hal-hal yang dia suka (meski kamu gak suka)

(           )           Kamu peduli dengannya

(           )           Kamu mau berkorban untuk dia

(           )           Kamu merasa marah jika ada yang menyakiti dia

(           )           Kamu menderita jika dia menderita

(           )           Kamu rela mati demi dia

(Source: A. Pam, R. Plutchik, H. R. Conte, 1975)

Hubungan Sosial

February 27th, 2008

Bukan rahasia, kalo gw orang yang gak ngerti2 amat tentang hubungan sosial..
menurut gw, hubungan sosial itu susah dimengerti… terlalu banyak subyektivitas dan aturan tidak tertulis.lebih banyak yang tidak terstruktur daripada yang terstruktur, diorganisasikan jadi banyak masalah, tidak diorganisasikan banyak salah paham. begitulah…
gw punya "temen" (kenapa pake tanda kutip? soalnya menurut gw, dia temen gw.. tapi gw gak melikat indikasi dia juga menganggap gw temen di dia) nah… dia yang meminta gw jadi "temen"nya.. katanya sih gak banyak orang yang bisa jadi "temennya" dia… alhasil, jadilah gw berperan sebagai "temen" meskipun gak gampang… tapi… makin lama makin susah… karena gw menjalankan kewajiban gw jadi "temen" tapi gw gak mendapat hak gw sebagai "temen".. aaahh……. gw gak tau nulis apa! gw lagi marah banget deh pokoknya! kecewa, gak ngerti, sedih, bingung.
dunia ini aneh yah… benci diijinkan, tapi kasih dipersulit….

Itu post gw kemaren… hahaha… kayaknya gw marah banget soalnya gw ngerasa dibego-begoin deh…

sekarang? sekarang gw udah gak semarah itu.. masih ada sedikit kecewa, tapi seorang temen (mudah2an yang ini beneran temen!hehehe…) ngingetin gw.. paling gak bikin gw gak marah lagi lah…

itu pilihan dia. dia mau ninggalin gw ato gak, dia mau jadi temen gw ato gak, itu pilihan dia…

pilihan gw apa? gak tau. tapi yang jelas gak mungkin kan, ada yang mau jadi temen lu tapi lu bilang gak mau?? hehehe….

gw gak punya banyak bakat, tapi gw berharap mudah-mudahan jadi orang egois juga bukan bakat gw…. ^ ^,

Hubungan sosial emang susah yah?? belajarnya seumur idup! tapi gw gak pesimis soalnya semua orang juga belajar tentang ini seumur hidup, kan?? hehehe…

Jadi Terang Emang nggak Gampang!!

December 28th, 2007

Akhir-akhir ini setiap temen-temen gw ngajak pergi atau ketemuan gw sering banget nolak ajakan mereka. Bukannya gw sombong atau males (yang biasanya terjadi sama gw sih "males"!), tapi kalo udah minggu itu pasti sampe sore banget di gereja untuk latian natal, Sabtu juga sempet beberapa kali di pake untuk latian natal. Nah, tanggal 24 kemaren akhirnya gereja gw natalan…

Kalo di blog gw yang satu lagi gw pernah cerita natal bersama di kampus dengan segala intriknya, ternyata natal gereja juga gak kalah seru intriknya! hahaha… gw suka intrik, soalnya intrik bikin hidup makin hidup! tapi gw gak suka kalo gw terlibat didalamnya.. ^ ^; Masalahnya, gw terlibat.

Intrik pertama:

Gereja gw "Unik". mereka lebih ngasih waktu banyak untuk ngebahas konsumsi dari pada susunan acara.. let’s say… 10 menit untuk acara, 2 minggu untuk ngomongin konsumsi natal enaknya Prasmanan atau nasi kotak! GILA KAN?? BIKIN EMOSI AJA!

Intrik Kedua:

Ada hal "Unik" lagi dari gereja gw… Ketua Panitia Natal sudah memutuskan sesuatu, itu gak berarti apa-apa! soalnya dengan gampang di hari "H" diubah sekehendak hati oleh golongan tertentu. jangan tanya "Kok bisa?" "gimana caranya?" dan lain-lain. Gw juga gak tau.

Intrik Ketiga:

Intrik ketiga, ini yang paling personal buat gw. gw terkena imbas langsung dari intrik ini..

Gw adalah penulis skrip untuk drama pemuda di natal gereja gw, di drama itu gw cerita tentang anak bungsu yang baru lahir baru dan ingin jadi terang, tapi bokapnya aktivis gereja yang suka nilep duit, nyokapnya tipikal ibu-ibu gosip gereja, dan Kakaknya mau pindah agama karena pacarnya beda agama (masalah biasa dong, hari gini??) eh, ada satu orang yang ngerasa (Bener deh, gw gak merujuk ke satu orang tertentu! bahkan sengaja tokohnya gak gw kasih nama!) tapi ada seorang penatua yang merasa gw menuding dirinya melakukan itu. haduh…

Kesimpulannya:

Jadi terang emang gak gampang… gak tau deh, apa gw yang masih kebawa sama situasi persekutuan di kampus.. rasanya kepedulian gw untuk gereja itu sia-sia, rasanya perubahan ke arah yang baik itu ditentang… saat-saat begini gw kangen banget cerita-cerita sama temen-temen persekutuan…