You are my Soulmate

September 25th, 2008

aah… akhirnya… sempet juga gw nulis lagi. setelah masuk profesi, nampaknya sulit sekali untuk nulis blog lagi.. inipun sebenernya mencuri waktu di tengah diskusi KAUP yang seru. hahaha..

nah, baru-baru ini gw lagi terganggu dengan satu kata. bukan konstruk dari KAUP gw, tapi tentang kata “belahan jiwa”, “soulmate, atau apalah istilah-istilah lainnya. gw mikir… karena gw gak pernah pake istilah belahan jiwa untuk merujuk ke satu orang, gw jadi gak ngerti… apa arti sebenarnya dari belahan jiwa.

Awalnya dimulai dari saat gw gak ngerti apa arti sahabat. apa batasan sahabat. salah seorang temen gw bilang kalo sahabat itu soulmate-nya dia. waduh. istilahnya kok makin abstrak? hehe.. akhirnya kepikiran lah soulmate itu apa…

Kalau merujuk dari artinya: soulmate atau belahan jiwa adalah ketika seseorang merasa jika orang yang disebut belahan jiwanya pergi maka ia akan merasa separuh nyawanya pergi. terus, gw mikir… apa enak segitu tergantungnya sama orang lain? apa lagi orang yang “bukan siapa-siapa” (maksudnya bukan orang tua, bukan sodara kandung). kalau arti sahabat adalah orang yang mampu memberikan nyawanya untuk sahabatnya, terus belahan jiwa berarti lebih tinggi dari itu?  haha.. kayaknya susah tu…

beberapa teman yang gw tanya tentang apa itu belahan jiwa bilang kalo belahan jiwa itu “orang yang cocok aja dengan lu” terus kenapa gak bilang aja temen yang cocok? atau apalah itu… kenapa harus disebut belahan jiwa yang makna sesungguhnya belum tentu itu?

akhirnya gw berpikir sebenarnya belahan jiwa itu tidak nyata. belahan jiwa hanyalah istilah yang diciptakan untuk dijual dalam kemasan film-film romantis. yang nyata adalah orangnya, individunya yang mau mengerti, mau berkorban, dan mau menghargai.

sehingga menurut gw belahan jiwa itu bukan merupakan sifat terberi, tapi lebih merupakan keinginan untuk memiliki sifat itu.




Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind